Mengapa Solo Jadi Destinasi Wisata Kuliner Terbaik?
Surakarta atau Solo adalah kota yang tenang namun penuh dengan kekayaan kuliner Jawa yang mendalam. Berbeda dari Jogja yang lebih ramai, Solo menawarkan pengalaman kuliner yang lebih intim, autentik, dan dekat dengan akar budaya Jawa. Di sini, tradisi makan lesehan masih sangat hidup — dari pasar tradisional di pagi hari hingga angkringan malam yang melegenda.
Kapan Waktu Terbaik Wisata Kuliner di Solo?
Solo menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda di setiap waktu:
- Pagi (05.00–08.00): Waktu terbaik untuk menikmati sarapan di pasar tradisional — nasi liwet, bubur ayam, dan serabi notosuman
- Siang (11.00–14.00): Warung makan lesehan mulai buka, menyajikan soto, tengkleng, dan nasi gudeg ceker
- Sore (15.00–18.00): Jelajahi jajanan pasar dan snack tradisional seperti klepon, onde-onde, dan gethuk
- Malam (18.00–22.00): Angkringan dan warung lesehan malam hari mulai beroperasi — nuansanya paling romantis
Destinasi Kuliner Wajib di Solo
Pasar Gede Solo
Pasar tertua dan terbesar di Solo ini adalah surga jajanan tradisional. Datanglah sepagi mungkin untuk menemukan dawet telasih, lenjongan (makanan dari singkong dan sagu), serta berbagai kue basah Jawa yang langka.
Warung Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Nasi liwet adalah kuliner khas Solo yang berbeda dari nasi uduk. Dimasak dengan santan, diberi areh (krim santan), ayam suwir, dan lauk pauk tradisional. Bu Wongso Lemu adalah salah satu penjual paling legendaris, buka dini hari hingga subuh.
Tengkleng Bu Edi Pasar Klewer
Tengkleng adalah sup tulang kambing khas Solo dengan kuah bening berbumbu rempah. Bu Edi di Pasar Klewer sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu dan selalu kehabisan sebelum siang. Datang lebih awal!
Angkringan Stasiun Balapan
Kawasan sekitar Stasiun Balapan dipenuhi angkringan khas Solo yang menyajikan nasi kucing dengan lauk-pauk murah meriah. Suasananya ramai dan meriah, terutama menjelang tengah malam.
Sate Kambing Pak Manto
Sate kambing berbumbu kecap dengan aroma asap kayu bakar yang harum, disajikan lesehan di atas tikar bambu. Lokasinya di kawasan Laweyan, dekat sentra batik Solo.
Rute Satu Hari Wisata Kuliner Solo
| Waktu | Destinasi | Menu |
|---|---|---|
| 06.00 | Pasar Gede | Dawet Telasih, Serabi |
| 08.00 | Warung Bu Wongso | Nasi Liwet Solo |
| 12.00 | Pasar Klewer | Tengkleng Bu Edi |
| 15.00 | Kampung Batik Laweyan | Jajanan Pasar |
| 19.00 | Angkringan Balapan | Nasi Kucing, Wedang |
Tips Praktis Wisata Kuliner di Solo
- Gunakan becak atau sepeda onthel untuk berpindah lokasi — lebih mudah menjangkau gang-gang kecil
- Bawa uang tunai pecahan kecil untuk bayar di angkringan dan pasar
- Jangan malu bertanya kepada warga lokal — mereka dengan senang hati merekomendasikan warung favorit mereka
- Solo tidak seramai Jogja, sehingga antrean di tempat populer biasanya lebih terkendali
Solo adalah kota yang mengajarkan kita bahwa kelezatan sejati tidak selalu datang dari restoran mewah. Kadang, ia hadir dalam sepiring nasi liwet sederhana yang disantap di atas tikar, ditemani semilir angin malam yang hangat.